Tentang Turbo Pascal



lanjut post berikutnya yaitu tentang Turbo pascal yuk :D hehe 
Pemrogaraman Pascal
            Pemrograman Pascal adalah salah satu bahasa pemrograman yang tidak lekang dimakan waktu. sebagai bahan pembelajaran demi menigaktakn mutu pembelajaran pemrograman bagi mahasiswa maka di gunakan bahasa pemrograman turbo pascal. Pada praktek ini kami menggunakan turbo pascal 1,5.

TPW adalah program yang digunakan dalam penggunaan bahasa pemrograman PASCAL pada komputer dengan operating sistem adalah windows. Turbo Pascal sendiri merupakan versi yang populer dalam PASCAL. PASCAL sudah menjadi bahasa standar dalam dunia pendidikan komputer.
            Pascal adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling sederhana dan merupakan bahasa yang dasar. Sehingga bisa jadi bagi seseorang yang pengin jadi programmer bahasa pascal salahsatu yang kudu dikuasai.
Pada semester 3 ini kami ada mata Pemrograman I. Dan praktikumnya menggunakan program TPW ini. Tidak terlalu sulit untuk mengerti bahasa pascal ini.
            Sebab struktur dalam pascal memiliki banyak kesamaan dengan struktur dalam algoritma. Jadi yang penting kita mengetahui algoritmanya maka dengan hanya mengubah bentuk strukturnya sesuai Pascal dalam program TPW ini maka program yang kita susun dengan algoritma tersebut akan dapat dijalankan.
itulah sekilas tentang materi pemrograman I dan menggunakan bahasa Turbo Pascal.
2. Tipe data

a. integer = bilangan bulat
b. real = desimal
c. string = kata dan kalimat
d. char = ‘a’ atau ‘b’
e. Boolean = true dan false


3. Latihan Soal
Pada Pertemuan praktek pertama dipemrograman I, saya belajar cara mencetak kalimat pada layar pascal, menghitung luas bangun datar dan voliume bangun ruang.
1. Untuk latihan pertama kami membuat hasil output ‘belajar bahasa pascal’ dan ‘sekolah(enter) tinggi informatika(enter) dan komputer.
2. Program untuk Menghitung Luas persegi panjang dan volume balok, adapun rumusnya adalah:
 Luas persegi panjang = Panjang(p) * Lebar(L)
Volume Balok = Panjang(p) * Lebar(L) * Tinggi(T)
1. Latihan Pertama.

A. progam pertamaku;
Uses wincrt;
Begin
Write(‘Belajar Pascal pertamaku’);
End.
Outputnya : Belajar Pascal Petamaku

B. program pertamaku;
uses wincrt;
writeln(‘sekoalh’);
writeln(‘Tinggi Informatika’);
writeln(‘Dan Komputer’);
end.
Outputnya: Sekolah
Tinggi Informatika
Dan Komputer


2. Menghitung Luas Persegi Panjang dan volume balok.
uses wincrt;
var
panjang,lebar,tinggi:integer;
begin
write(‘panjang=’);readln(panjang);
write(‘lebar=’);readln(lebar);
write(‘tinggi=’);readln(tinggi);
writeln(‘Luas =’,panjang * lebar);
writeln(‘Volume balok =’,panjang * lebar * tinggi);
end.

Proses PengulanganDalam pemerosesan suatu data atau penghitungan serigkali dijumpai peroses penghilangan yang amat membosankan bila dikerjakan secara manual. Dalam hal ini pemakain komputer akan sangat berguna untuk melakukan pengulangan proses tersebut.
Bahasa pascal mengenal beberapa macam cara untuk melakukan proses pengulangan, yaitu:
a.    While…do…
b.    Repeat….until…
c.    For…to…do…
d.    If…then…
e.    Case…of…

a.  Pernyataan while..do..
Pernayataan ini dilakukan untuk melakukan proses pengulangan bila kondisi atau syrat tertentu yang terdapat pada awal blok terpenuhi. Proses pengulangan setelah pernyataan Do dilakukkan bila kondisi pada pernyataan While terpenuhi. Bila proses pengulangan tersebut terdiri dari beberapa pernyataan, maka harus dibuat blok dengan diawali pernyataan Begin dan diakhri pernyataan End.
Contoh program sederhana.

1.Program While_do_pertama;
Uses wincrt;                                                   Const c:= 1609344
Var a,b:real ;
Begin
Writeln(‘konversi’);
Writeln(‘kilometer mil’);
a:=0;
while a< 20 do
begin
a:= a + 1;
b:= c* a;
writeln(a : 15 : 2, b: 8:2);
end;
end.

2.Program While_do_kedua;Uses wincrt;
Var
jumlah, data ,i: integer;
lagi           : char;
rata_rata      : real;
Begin
Lagi:='Y';
while Lagi='Y' do
begin
Write ('Masukan  Nilai : ');
inc(i);
Readln(Data);
Jumlah:=jumlah+data;            
Write ('Apakah anda ingin menginputkan data lagi (Y/T)?: ');
Lagi:=upcase(readkey);
writeln;
end;
writeln;
 rata_rata:=Jumlah/i;
 writeln('Hasil rata-rata : ',rata_rata:0:2);  
end.




b.  Repeat…until…
Selain While..do..,bahasa pascal mengenal pasangan pernyataan Repeat…Until.. untuk proses pengulangan. Proses pengulangan terjadi setelah pernyataan Repeat berakhir pada pernytaan Until. Bila kondisi pada pernyataan Until masih terpenuhi, proses pengulangan akan dilakukan lagi.
Contoh program:

1.Program Repeat_Until_pertama;
uses wincrt;
var
i:integer;
begin
clrscr;
i:=1;
repeat
writeln(‘Bahasa Pemograman Pascal’);
i:=i+1;
until (i>5);
readln;
end.

2.Program repeat_until_kedua;
uses wincrt;
var
jumlah,I,data:integer;
lagi  :char;
rata_rata : real;
Begin  
repeat
Write ('Masukkan Nilai : ');
 inc(i);
 readln(data);
 jumlah:=(jumlah +data);
Write ('Apakah anda ingin menginputkan data lagi (Y/T) ?');
Lagi:=upcase (readkey);
writeln;
until lagi='T';
write;
rata_rata:=jumlah/i;
writeln('Hasil rata-rata :',rata_rata:0:2);
End.



c.          For…to…do…

1.Program for_do_pertama;
uses wincrt;
var
x,y:integer;
begin
for y:= 10 downto 1 do

begin
for x:= 1 to y do
begin
write('*');
end;
writeln;
end;
end.

2.Program for_do_kedua;
uses wincrt;
var
x,a,c,y,i:integer;
begin
y:=1;
x:=10;
a:=10;
c:=28;
gotoxy(a,i);
for i:=1 to 18 do begin
write('*');
end;
for i:=1 to 10 do begin
gotoxy(a,i);write('*');
gotoxy(c,i);write('*');
writeln;
inc(a);
dec(c);
end;
end






d.          If…then…Salah satu dari tiga konstruksi fundamental adalah percabangan/branching. Dalam pascal, percabagan menggunakan syntax if then else dan case of.
IF kondisi THEN
BEGIN

END;
Dengan ELSE:
IF kondisi [and] kondisi [or] kondisi THEN
BEGIN

END {memang tanpa titik koma di sini; sebelum ELSE tidak perlu titik koma!!!}
ELSE
BEGIN

END;
Apabila kondisi terpenuhi, maka program akan menjalankan b\perintah yang ada setelah THEN. Tapi jika kondisi tidaki terpenuhi, maka program akan menjalankan program setelah ELSE.
Contoh penggunaan:
1.Progaram if_then_pertama;

Var i: integer;
Begin
Write(’Masukkan bilangan antara 1-100: ‘); readln(i);
If i<=50 then
Write(’bilangan kecil’)
Else
Write(’bilangan besar’);
End.

2.
program if_then_kedua;
uses wincrt;
var
nama:string;
nilai:integer;
begin
clrscr;
writeln(‘Nama dan Nilai Mahasiswa’);
writeln(‘————————-’);
write(‘Nama = ‘);
readln(nama);
write(‘Nilai = ‘);
readln(nilai);
if (nilai >=85) then begin
writeln(‘Nilai Huruf = A’);
end else if (nilai >=75) then begin
writeln(‘Nilai Huruf = B’);
end else if (nilai >=60) then begin
writeln(‘Nilai Huruf = C’);
end else if (nilai >=50) then begin
writeln(‘Nilai Huruf = D’);
end else if (nilai <50) then begin
writeln(‘Nilai Huruf = E’);
end;
readln;
end.




e.          Case..of..
Penggunaan Case OF ini lkebih berguna jika kondisi yang dibandingkan berupa range. Lihat contoh berikut:
CASE nilai OF
80..100 : grade:=’A';
70..79  : grade:=’B';
55..69  : grade:=’C';
45-54  : grade:=’D';
ELSE grade:=’E';
END;

1.Prorgram case_of_pertama;uses wincrt;
var
Nilai : char;
begin
write ('Masukkan Grade Nilai = '); readln(Nilai);
Case Nilai of
'A'  : writeln ('Nilai = 90');
'B'  : writeln ('Nilai = 80');
'C'  : writeln ('Nilai = 60');
'D'  : writeln ('Nilai = 50');
'E'  : writeln ('Nilai = 30');
end;
Case Nilai of
'A','B','C' : writeln ('Keterangan = Lulus');
'D'         : writeln ('Keterangan = Tidak Lulus');
else writeln ('Keterangan = TB')
end;
Case Nilai of
'A'  : write ('Koment = Sangat Memuaskan');
'B'  : write ('Koment = Memuaskan');
'C'  : write ('Koment = Cukup');
'D'  : write ('Koment = Tidak Cukup') ;
else write ('Koment = Sangat Kurang');
end;
end.
2.program Case_of_kedua;
uses wincrt;
var
nama:string;
nomor,jumlah,harga:integer;
diskon,pajak,total:real;
lagi:char;
begin
clrscr;
writeln(‘<<< program swalayan >>>’);
writeln(‘========================’);
lagi:=’Y';
while lagi=’Y’ do begin
write(‘masukan nomor program=’); readln(nomor);
case nomor of

1:begin
write(‘masukan nama barang=’); readln(nama);
write(‘masukan jumlah barang=’); readln(jumlah);
write(‘masukan harga satuan Rp=’); readln(harga);
total:=jumlah*harga;
writeln(‘total harga Rp=’,total:0:2)
end;
2:begin
write(‘masukan nama barang=’); readln(nama);
write(‘masukan harga barang Rp=’); readln(harga);
if harga >= 100000 then begin
diskon:=80/100*harga;
total:=harga-diskon;
writeln(‘harga barang setelah didiskon Rp=’,total:0:2);
end else if harga < 100000 then begin
diskon:=10/100*harga;
total:=harga-diskon;
end;
writeln(‘harga barang setelah didiskon Rp=’,total:0:2);
end;
3:begin
write(‘masukan nama barang=’); readln(nama);
write(‘masukan harga barang Rp=’); readln(harga);
pajak:=10/100*harga;
total:=harga-pajak;
writeln(‘harga barang setelah kena pajak Rp=’,total:0:2);
end;
4:writeln(‘>>>keluar dari program<<<’);
end;
write(‘untuk melanjutkan program tekan Y/N=’); readln(lagi);
end;
readln;
end.




5. Arrray
Suatu array yang terdiri atas banyak variable dengan tipe data sama, dimana masing- masing elemen variable mempunyai nilai indeks. Setiap elemen array mampu untuk menyimpan satu jenis data (yaitu variable). Suatu aray dinyatakan denag type, sehingga variable yang bekerja dinyatakna denagn :
A = array [batas bawah..batas atas] of type data
Array dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Array 1 dimensi
2.Array 2 dimensi
3. Array 3 dimensi

1. Array 1 Dimensi
Array 1 dimensi merupakan array yang mempunyai satu indeks.
Contoh :

1. program array_satu_dimensi; Var tanda : Array [ 1…10] of integer
Contoh program pada praktek :
Uses wincrt;
Var  lagi:char;
 i,j:integer;
 arraystr: array[1..25] of string;
Begin
{inisialasi ARRAY}
lagi:='Y';
i:=1;
repeat
clrscr;
 write('Masukan nama : '); readln(arraystr[i]);
inc(i);
write('Apakah anda ingin memasukan data lagi (Y/T)?');
lagi:=upcase(readkey);
 until lagi<>'Y';
clrscr:
{cetak array}
for j:= 1 to i do begin
writeln(arraystr[j]);
 end;
 end.
2. program array_satu_dimensi;
Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array;
Uses wincrt;
Var
Prima : Array[1..100] of Integer;
i,j : Integer;
bil : Integer;
Begin
ClrScr;
For i := 2 to 100 Do
Begin
Prima[i]:=i;
For j:= 2 to i-1 Do
Begin
bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*}
If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*}
End;
If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],’ ‘); {*cetak array yg prima*}
End;
Readln;
End.


2. Array 2 Dimensi
Array 2 dimensi merupakan arra yang mempunyai 2 buah indeks. Array 2 dimensi dipakai untuk memepermudah pengertian tentang posisi, ciri khas, atau arti dari nama variable tersebut.
Contoh :
Var X: Array [1..2,1…3] of integer;
Pernyataan pada contoh diatas berarti bahwa variable X mempunyai 6 suku yaitu :
X [1,1]                        X [2,1]
X [1,2]                        X [2,2]
X [1,3]                        X [2,3]
Untuk membaca atau member nilai pada array 2 dimensi biasanya digunakan struktur control For..To…Do..
Contoh :
For I := 1 to 2 do
           For J := 1 to 3 do
                       Readln (x[I,j]);


1. Program array_dua_dimensi;contoh program pada praktek :
Program Array_2;
Uses wincrt;
Var  lagi:char;
 i,j:integer;
arraystr: array[1..5,1..3] of string;
label cetak;
Begin
{inisialasi ARRAY}
lagi:='Y';
repeat
inc(i);
clrscr;
gotoxy(20,2); write('Masukan nama  : '); readln(arraystr[i,1]);
gotoxy(20,3); write('Masukan nim   : '); readln(arraystr[i,2]);
gotoxy(20,4); write('Masukan nilai : '); readln(arraystr[i,3]);
gotoxy(20,6); write('Apakah anda ingin memasukan data lagi (Y/T)?'); lagi:=upcase(readkey);
until lagi<>'Y';
cetak:
clrscr;
{cetak array}
for J:= 1 to I do begin
 writeln('___data ke- ',J);
 writeln('Nama  : ',arraystr[J,1]);
 writeln('Nim   : ',arraystr[J,2]);
 writeln('Nilai : ',arraystr[J,3])
 writeln
end;
end.

2.program array_dua_dimensi;Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi;
Uses wincrt;
Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
Tabel[1,1]:=1;
Tabel[1,2]:=2;
Tabel[2,1]:=3;
Tabel[2,2]:=4;
Tabel[3,1]:=5;
Tabel[3,2]:=6;
For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]);
End;
End;
Readln;
End.



3. Array 3 Dimensi
Array 3 dimensi merupakan array yang tersusun atas 3 buah indeks.
Contoh :
Var x :Array [1..2, 1..2, 1..3] of integer
Pernyataan tersebut berarti bahwa variable x mempunyai suku yaitu:
x[1,1,1]                       x[1,2,1]
x[1,1,2]                       x[1,2,2]
x[1,1,3]                       x[1,2,3]
dan seterusnya.


sumber : http://andirianto.blogspot.com/2011/11/rangkuman-materi-pemrograman-pascal.html

Hardware dan komponen dalam CPU


ketemuu lagiii dengan admin MANCHESTER HACKER hehe big grin pembahasan ane kali ini mengenai perangkat keras komputer (hardware) tetapi hanya sebatas dalam CPU saja , biasanya kalau kita melihat sekilas Komputer ada "Kotak"an hampir seukuran monitor tabung yah , nahh itu namanya CPU (Central Processing Unit) ane akan ngebahas apasih komponen yang ada didalam benda kotak ini :D
yuk simak baik baik yaa

Batasan antara perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang “dibuat” ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum. Komputer pada umumnya adalah komputer pribadi, (PC) dalam bentuk desktop atau menara kotak yang terdiri hanya CPU dari bagian berikut :

1. Processor 

Processor disebut juga otak dari komputer semakin bagus tipe processor maka semakin mahal pula komputer, maka processor disebut sebagai inti dari komputer. Fungsi processor adalah untuk memproses semua kegiatan yang dilakukan komputer, yang direquest pengguna.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

2. Motherboard

Motherboard merupakan papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

3. Chipset

Komponen pada motherboard yang yang satu ini kebanyakan terdiri atas dua buah chip, north bridge dan south bridge.

Fungsi utama chipset adalah mengatur aliran data antarkomponen yang terpasang pada motherboard. Dua buah chipset yang biasanya ada pada motherboard sendiri punya tugas yang berbeda satu dengan yang lain.
Chip pada north bridge berfungsi untuk mengatur aliran data dari dan ke prosesor, bus AGP, dan memori utama sistem. Sementara, chip yang south bridge mengatur aliran data dari peranti input output, bus PCI, interface harddisk, dan floppy, serta peranti eksternal lainnya. Berhubung chip north bridge lebih vital kerjanya dibanding south bridge, tak heran jika chip inilah yang dipasangi heatsink, fan, ataupun kombinasi heatsink dan fan oleh pabrik pembuatnya.

4. Accelerated Graphics Port (AGP)

Fungsinya adalah menyalurkan data dari kartu grafis ke CPU tanpa harus melalui memori utama, dengan demikian proses pengolahan data grafis dapat dipercepat. Kelebihan lain AGP ini adalah kemampuannya untuk mengeksekusi texture maps secara langsung dari memori utama. Datang dengan berbagai cita rasa, saat ini kebanyakan motherboard menyertakan bus AGP 4X yang bekerja pada frekuensi 266MHz. Untuk sekarang ini, port AGP ini baru digunakan buat memasang kartu grafis yang notabene lebih cepat ketimbang memakai bus PCI. Akan tetapi, beberapa motherboard terbaru sudah menyertakan port AGP Pro yang bisa dipasangi baik kartu grafis berbasis AGP 4X maupun yang berbasis AGP Pro sendiri.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

5. Soket Memori

Soket ini merupakan tempat untuk menempatkan memori pada motherboard. Soket memori memiliki bentuk yang berbeda untuk jenis memori yang berbeda pula. Kebanyakan motherboard memiliki slot sebanyak 3 atau 4 buah, tergantung dari chipset yang digunakan. Untuk memori SDRAM, soket DIMM yang harus dimiliki adalah soket 168 pin, sementara untuk memori jenis DDR, soket yang dipasang adalah soket 184 pin.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

6. Soket Prosesor

Merupakan tempat untuk menaruh prosesor. Kalau jaman dahulu, masih ada pilihan lain selain sistem soket yaitu sistem slot. Namun, setelah era PentiumIII generasi kedua, tipe slot ini kemudian ditinggalkan lantaran ongkos produksinya yang lebih mahal ketimbang memakai soket. Untuk urusan soket prosesor ini, pilihlah motherboard dengan soket prosesor yang tepat. Soket 370 untuk prosesor Intel PentiumIII dan Celeron, soket A untuk prosesor AMD Athlon dan Duron, serta soket 423/478 untuk prosesor Pentium4.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

7. CMOS

Singkatan dari Complementary Metal Oxide Semiconductor. Dari bentuknya sudah kelihatan, ia merupakan komponen berbentuk IC (integrated circuit) Yang fungsinya menampung setting BIOS dan dapat tetap menyimpan setting-annya selama baterai yang mendayainya masih bagus.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

8. Soket Catu Daya (power supply, fan)
Fungsinya untuk menyuplai tenaga kepada semua komponen yang tersambung pada motherboard.  

Perangkat Keras / Hardware Komputer

9. Konektor Casing

Berfungsi untuk menyambungkan tombol/ saklar dan indicator pada casing ke motherboard. Pada motherboard yang berbasis Pentium 4, disertakan pula sebuah port konektor tambahan sebesar 12 volt agar prosesor bisa bekerja.


Perangkat Keras / Hardware Komputer

10. Paralel Port
Untuk Menghubungkan Printer

Perangkat Keras / Hardware Komputer

11. USB Port

Untuk menghubungkan device yang mensupport Usb, seperti: Flashdisk, mouse&keyboard USB, harddisk External, Kabel data, Dan perangkat lainnya


Perangkat Keras / Hardware Komputer


yah sekian dulu ya pembahasan kita kali ini tentang hardware komputer dan fungsinya , terimaakasihh , semoga bermanfaat (^_^) wave
Diberdayakan oleh Blogger.